Liverpool Tersingkir dari Liga Champions

Penyerang Liverpool, David Ngog (nomor 24) mencetak gol ke gawang Debreceni dalam lanjutan babak penyisihan grup Liga Champions, Selasa (24/11).

DEBRECENI, KOMPAS.com – Liverpool tidak lolos ke fase knock-out meski menang 1-0 atas Debreceni di matchday kelima babak penyisihan Grup E, Selasa (24/11). Dengan satu laga tersisa mereka tetap tak bisa mengejar Olympique Lyonnais yang berada di tempat kedua dengan koleksi sepuluh poin karena kalah rekor pertemuan.

Sebelum pertandingan, Liverpool berada di tempat ketiga dengan empat poin atau kalah dari lima angka dari Fiorentina di tempat kedua dan enam angka dari Lyon di puncak klasemen. Liverpool mengerti, dengan keadaan itu, selain kemenangan, hasil pertandingan Fiorentina-Lyon akan sangat memengaruhi nasib mereka.

Meski begitu, Liverpool menolak menyerah kepada nasib. Menghadapi Debreceni, mereka tetap tampil optimistis dan percaya diri. Status sebagai tim tamu tak menyurutkan Liverpool untuk menampilkan permainan ofensif sejak peluit kick-off berbunyi.

Mengandalkan permainan variasi umpan dan koordinasi rapi semua lini, Liverpool pun tak kesulitan mengendalikan jalannya permainan. Hasilnya, mereka berhasil unggul melalui di menit keempat melalui David Ngog yang sukses meneruskan umpan Fabio Aurelio masuk ke gawang Debreceni.

Gol itu mendongkrak semangat juang Liverpool. Dengan tetap mempertahankan kualitas permainan, mereka terus menjajah daerah kekuasaan Debreceni. Liverpool pun berhasil mencaplok lini tengah Debreceni dan menghadirkan tekanan besar bagi barisan bek Debrceni. Sayang, serangan masih Liverpool sia-sia.

Hal itu tak lepas dari gigihnya pemain tuan rumah mengejar dan merebut bola. Pergerakan dinamis Debreceni yang mengikuti aliran bola, membuat Liverpool kesulitan membuka ruang, mengalirkan serangan, dan melepas tembakan.

Menghadapi kesulitan itu, Liverpool tak patah semangat. Mempertahankan soliditas lini tengah, mencoba memainkan tembakan-tembakan jarak jauh untuk mengatasi kebuntuan. Selain itu, Fabio Aurelio dan Glen Johnson juga semakina aktif mendukung serangan. Namun, sebelum berhasil menambah gol, usaha Liverpool dihentikan bunyi peluit turun minum dengan skor 1-0 untuk keunggulan Liverpool.

Memasuki 45 menit kedua, Liverpool mencoba peruntungan serangan cepat di awal babak. Namun, berbeda dari sebelumnya, Debreceni sudah siap menghadapi kemungkinan itu. Akibatnya, Liverpool semakin kesulitan menembus pertahanan Debreceni.

Di satu sisi, agresivitas Liverpool nyaris tak memberikan ruang musuh menyerang. Di sisi lain, desakan Liverpool membuat pemain Debreceni berkumpul di kotak penalti dan membangun benteng yang solid.

Ujung-ujungnya, Liverpool kesulitan menemukan cara menguak celah pertahanan Debreceni. Meski tak pernah berhenti berusaha, toh Liverpool tak mampu mengubah kedudukan 1-0 hingga akhir laga.

Tambahan tiga angka memang membuat koleksi Liverpool bertambah menjadi tujuh poin atau hanya kalah tiga angka dari Lyon di tempat kedua. Sayangnya, mengingat Liverpool hanya memiliki satu laga sisa (melawan Fiorentina) dan kalah rekor pertemuan dengan Lyon,  mereka dipastikan tak bisa menggeser posisi Lyon.

Susunan pemain:
Debreceni:
Poleksic; Fodor (Dombi 78), Mirsad, Meszaros, Bodnar; Laczko, Kiss, Szelesi, Szakaly (Coulibaly  62); Czvitkovics; Rudolf
Liverpool: Reinal; Insua, Agger, Carragher, Johnson; Aurelio (Dossena 90), Lucas, Mascherano, Kuyt; Gerrard (Aquilani  90); Ngog (Benayoun  77)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: