Butiran hujan mirip salju turun di wilayah Kabupaten Kerinci. Hal ini diduga terjadi akibat cuaca ekstrem yang kini melanda di sebagian wilayah dunia.

“Di Kerinci yang memang berhawa sejuk, saat ini hampir setiap hari turun hujan gerimis. Namun, butiran hujan yang turun berupa butiran mirip salju,” kata Delafdi (40), salah seorang warga pemetik teh di Desa Sungai Jambu, Kecamatan Kayu Aro, di Kerinci, Kamis (30/12/2010).

“Ini sungguh aneh. Sekarang ini terjadi hujan akibat embusan angin basah yang terus berlangsung di Kerinci. Kita melihat tetes hujannya berbeda dari biasanya, lebih mirip butiran salju putih tipis layaknya kapas,” katanya.

Tetesan hujan seperti kapas tipis mirip salju disertai kabut tersebut turun seiring tiupan angin yang jarang sekali berhenti di Kerinci saat ini.

Anehnya, butiran salju tersebut langsung meleleh dan mencair dalam sekejap begitu menyentuh tanah atau daratan, tidak menumpuk seperti salju di Eropa atau belahan Bumi berhawa dingin lainnya.

“Begitu menempel di tangan kita, misalnya, langsung berubah jadi air yang di kulit terasa sangat dingin, lebih dingin dari suhu udara biasanya,” ujar Delafdi.

Suhu di Kerinci saat ini, khususnya di kawasan Kayu Aro dan Kecamatan Gunung Tujuh, terasa jauh lebih dingin dari biasanya.

Kini menurut Delafdi, suhu sering berada di bawah 15 derajat celsius, bahkan bisa mencapai di bawah 10 derajat celsius.

Pengamatan serupa atas perubahan suhu dan karakter hujan tersebut juga diungkapkan Nurizal, Kepala Desa Renah Kayu Embun (RKE) Kecamatan Kumun-Debai, Kota Sungaipenuh.

Suhu dingin di Desa RKE terasa sangat berbeda dibanding biasanya. Meskipun termasuk wilayah administratif Kota Sungaipenuh, Desa RKE terisolasi dari kota, sekitar 20 km dari pusat kota. Desa ini berada di kaki Gunung Raya yang juga berhawa sejuk seperti kawasan Kayu Aro.

“Gerimis sekarang ini lebih sering turun seperti salju, butiran air seperti kapas tipis turun perlahan terombang-ambing angin. Mungkin itu helai-helai uap kabut atau awan yang turun terlalu rendah, tapi wujudnya lebih padat dan berbentuk seperti kapas, maka kita lebih cenderung menyebutnya salju,” ujarnya.

Memang secara kasat mata tidak banyak warga lainnya yang menyadari terjadinya fenomena perubahan terhadap wujud gerimis yang terjadi tersebut. Fenomena aneh ini hanya diakui oleh sebagian kecil warga.

Sebelumnya, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jambi RL Tobing mengingatkan, sebagai salah satu dampak terjadinya cuaca ekstrem yang melanda dunia saat ini, kawasan Kerinci akan mengalami perubahan cuaca serta suhu yang asing dan aneh dibanding biasanya.

Menurut dia, yang paling kentara akan dirasakan masyarakat di Kerinci yaitu perubahan tipe angin yang bertiup yang cenderung berupa angin basah dan mengandung banyak uap air.

Kecepatan embusan per jam memang tidak besar, tetapi akan berlangsung hampir sepanjang hari, baik siang maupun malam, dari pagi hingga sore.

Kondisi tersebut akan berlangsung sampai berakhirnya musim penghujan. Oleh karena itu, warga diharapkan meningkatkan kewaspadaan terkait perubahan cuaca ekstrem tersebut.

Tobing tidak menyebutkan akan adanya salju turun di daratan kabupaten paling barat Provinsi Jambi tersebut. Namun, pihaknya akan meneliti hal itu.

 

KOMPAS.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: